Senin, 08 Desember 2014

Pelari Hati

Beban ini terpikul berat sekali
Kadang aku berhenti sesekali
Melepas lelah yg terasa sedari tadi
Akan ku apakan beban ini

Kawan, kenapa hati tertekan menyiksa diri
Enggan bangkit bahkan berdiri
Kawanku, Apalagi yg tak ku pahami
Selain sabar dan menahan diri

Langkah demi langkah yg berbekas jejak
Meninggalkan cerita yang terpaut sajak
Sesekali aku berlari kencang
Agar yg terasa hilang tak kembali datang

Aku tinggalkan beban ini bersama waktu
Agar tak akan pernah lagi aku kembali
Biarkan itu usang bersama debu
Larilah hati berteriak lari walau sebetulnya tak ingin kau jalani





Jumat, 21 November 2014

Pelik dan Sistemik

Begitu pelik dan sistemik semua ini bagiku
Undang-undang karet kau ciptakan untukku
Seolah menunjukkan siapa yg kuat diantara kau dan aku

Dal dal kadal kau tipu-tipu aku kadal
Sumpah aku kesal bukan main dijadikan tumbal
Hanya untuk meraup apa itu kekuasan yg kau makan
Aku paham cuma tak begini juga kawan.

Hijau adalah lambang kehidupan 
Hitam adalah lambang kegelapan
Jadi kau memberikan aku hidup yg gelap...

Berilah aku cahaya seperti dilangit yg biru
Jikalau malam setidaknya ada sebias cahaya kuning dari lampu.

Minggu, 26 Oktober 2014

Cantik

Cantik kau adalah paduan keindahan fisik dan prilaku 
Cantik kau adalah senyuman tujuh detik

Cantik kau selalu menggelitik imajinasi
Cantik kau menyapa mata lalu memeluk hati

Cantik engkau mewakili keindahan-Nya

Cantik juga adalah sebuah konsistensi 
Cantik mampu menjaga harga diri
Cantik tak akan kalah oleh rasa iri
Cantik engkau adalah pancaran harapan

Cantiklah kau wahai wanitaku
Cantiklah hingga mata ini luluh hingga layu
Cantik membelengu jiwa yg malu

Cantik jiwa itu adalah "AKU"

Cantik itu adalah Kamu



Jatuh Cinta

Perpaduan yg indah mata dan hatiku
Pesona sang kuasa tak kusangka

Mata melihat dia, hatiku merasakannya...

Tersematlah sejuta harapanku pada senyumnya
Terbanglah wahai imajinasi
Menarilah bersama bayang-bayang dirinya

Kamu adalah rasa syukur
Bahwa Tuhan itu benar-benar ada

Tatapan kosong ku menembus batas
Sekedar mengulang sosok paras indahmu

Kamu adalah wanita idaman saat ini.





Rabu, 01 Oktober 2014

Aku adalah Pria

Bisa dikatakan ini sebuah kesulitan
Jika kau seorang pria maka ini adalah pilihan....

Engkau ingin melindungi kesucian
Tapi kau tak berani kesepian...

Kesedihan adalah sahabat malam
Aku ingin memberikan keyakinan
Bahwa menjadi seorang pria adalah pilihan...

Aku berdiri diantara dilema
Dua pilihan bagaikan malapetaka...

Apakah kehinaan ini akan menjadi mulia
Ku buka pintu harapan apakah ada sinar kemuliaan disana...

Aku adalah seorang pria
Aku harus meneruskan jalan hidup ini
Suatu saat cerita ini takkan lagi sama...

Ku manatap kaca itu
Ternyata diriku bukanlah aku
Pada siapa aku harus bersandar
Untuk sekejap menitip hati...

Pilihan... lagi lagi pilihan membuatku gila
Andaikan kau menemaniku 
Sungguh itu melegakan aku...

Kemana ku harus pergi
Atau haruskah ku mati
Sepi berbisik bahwa hidup itu sekejap
Bila ku mati apakah akan terjawab...

Aku berpikir kematian adalah akhir
Tetapi jiwaku berkata lain
Aku tak mengerti kenapa
Aku masih memiliki kesempatan untuk mencoba
Bukan untuk mati
Bukan juga untuk kalah dengan rasa sakit

Semua itu karena aku percaya aku bisa!!



Selasa, 30 September 2014

Sang Pesulap

Aku terlahir didunia sulap
Setiap hari aku terkesima dgn keajaiban
Terima kasih Tuhan yg menciptakan kau
Membuat diriku seakan-akan ada

Kau tipu mataku dgn keindahanmu
Seribu cara kau membuatku malu
Kau adalah pesulap terhandal

Kau bisa membuat ku takjub
Seakan aku tak percaya kau itu nyata

Kau bersembunyi bersama senyum
Berpakain bersama tawa
Aku ingin menyapa Tuhan, agar kau mau membagi rahasiamu

Ajarilah aku yg biasa ini
Agar bisa mencintai. 



Pilihan

Aku tahu membedakan bahagia dan derita
Teramat banyak perbedaan mereka
Kalau hanya cinta yg kau pahami
Itu bukanlah kebahagian sepenuhnya

Aku tahu cara memilih harapan
Dengannya kau bisa derita
Keberanian adalah sebentuk luapan
Dengannya kau bisa bahagia

Apapun yg kau pilih sayang
Pilihlah apa yg membuatmu berlinang
Bukanlah untuk derita 
Tapi mencapai bahagia

Minggu, 28 September 2014

Ais

Aku dan kau, kita adalah manusia.
Aku dan kau, kita adalah sama.
Tak selama kita bisa tegak berdiri menantang hari.
Tak selama juga kita terbaring menanti senyum.

Spontan jemariku menari bersama janji
Dengan variasi huruf ku beri semangat
Disini aku tak hanya berdoa, kau yg membaca tak perlu sungkan untuk tersenyum. 
Karena aku ingin melihat si gigi besi warna-warni.

Ku lihat wajah lesu terbaring diatas kasur.
Tapi aku merasa didalam jiwamu tersembunyi kebahagian.
Kebahagian untuk ceria lagi.

Kalau kau merasa sendiri bernyanyilah
Kalau kau merasa bosan menarilah
Kalau kau rasakan bingung berdoalah
Kalau dan kalau yg terlalu banyak kalau
Yang kau bisa hanya terbaring setidaknya ingatlah sajakku ini. 






Selasa, 23 September 2014

Pria malam

Separuh waktu kuhabiskan untuk malam
Semakin terasa berat beban tersandang
Jeritan angkasa gelap terhiraukan
Oleh segelintir nafsu sesaat

Mata memerah seperti darah
Tak terpejam walau tlah bersumpah
Dibawah langit tua aku tersesat
Mencari sebuah hiburan yg tersemat

Seperti inilah nasib sang bujang
Luntang lantung untuk berjuang
Menerpa harapan yg tak kunjung datang


Senin, 08 September 2014

Penyesalan(ku)

Aku bangkit dari kesepian malam 
Berharap ada yg mengisi kekosangan ini
Dibawah purnama aku bermunajat
Setidaknya bersama sepi aku masih bernyanyi

Ku berpikir keras atas nama cinta
Ku rebahkan asa bersama derita 
Ku kesampingkan kebahagian yg ada
Hanya untuk belajar apa itu ikhlas

Musik di ipodku bergurau tentang kita
Sindir menyindir aku yg kesepian
Apakah kesepian membunuh harapan?
Tidak, kesepian membunuh kita

Tak ada air mata kali ini
Kepala penuh penyesalan
Kenyataan yg harus keterima 
Bahwa aku adalah derita tiada akhir

Jatuhkan aku kembali Tuhan
Jatuhkan aku dengan cinta
Tulangku patah aku tak perduli
Jangan biarkan hati ku patah sekali lagi.

Minggu, 31 Agustus 2014

Kini

Dulu aku memiliki segalanya bahkan cinta Tak ada kesedihan yg menemaniku. Garis bibir hanya bisa tertawa tak berhenti

Kini aku tergusur dan berduka
Tuhan relakan aku yg tak berhak meminta
Yang kumiliki hanya air mata berserta bayangan
Kegelapan merampas cahaya 

Tanah suci berganti menjadi neraka nyata
Kini aku adalah manusia buangan
Tergusur dari kebahagian 
Berlindung di bawah atap derita

Selasa, 26 Agustus 2014

Terulang Lagi

Tertahan disini bersama bayang
Gelap dan suram menggenggam hati
Sungai itu tlah kering dari kemarin
Terulang lagi perasaan yg terluka

Wahai bunda ajari aku 
Ikhlaskan kepergian dia
Melawati malam sepi bersama tangis
Bunda doakan aku 
Kuat menentang takdir


Jumat, 08 Agustus 2014

"Larilah"

Bersembunyi di balik kata memaafkan
Berlari menjauh dari pengharapan
Senyap dan gelap

Marah aku marah seperti ayah kepada kita
Kesal aku kesal seperti aku kepada kau
Bertopeng amarah menyimpan seribu rasa

Keraguan melumuti otak yg kering
Penyesalan menggerogoti liang rasa
Hati membusuk seperti bangkai
Pergilah, jangan hentikan langkah...

Sabtu, 19 Juli 2014

Sudahlah!

Kau membuatku bingung sayang
Lontaran kata-katamu datang menerjang
Lubuk hatiku tak sekuat baja sayang
Bisa patah dibiarkan usang

Kau datang dengan cara aku berjuang
Kau pergi dengan cara yg tak ku sangka
Kau tarik hati ini kau ulur hati ini
Kau yg selalu menghantui isi kepala

Kau patahkan hati aku maafkan
Kau robek hati aku maafkan
Kau buang aku juga aku maafkan
Maafkan aku jika aku meminta kau kembali

Seburuk apapun perlakuanmu padaku aku mencintaimu
Aku dibutakan oleh cinta yg tak berani mencintaiku
Kau kunci hatimu sedangkan ku buka hatiku

Sudahlah... Kelak aku yg akan seperti kamu.


Aku ingin Merdeka!

Dahulu sebagian manusia adalah budak
Diperjual belikan seperti tak punya hak
Di sejajarkan dengan binatang merangkak
Tak berguna dibiarkan mati berdiri tegak

Sekarang tak berbeda seperti dulu kawan
Kita diperbudak dengan pemikiran
Kita dipaksa mengikuti sistem yg membuat heran
Kita melawan kita ditawan
Kita mengikuti kita semakin tertekan

Aku ingin hidup yg tak terkekang
Aku ingin kau dan aku sama
Rasionalitasku membuat kau naik pitam
Aku kau tikam dengan hukum yg tak benar

Demi darah para budak yg mati sia-sia
Tujuh neraka pun aku tak akan rela.


Kamis, 17 Juli 2014

Bersama Sunyi

Seperti malam aku hanya desiran angin
Seperti gurun aku hanya kumpulan pasir
Seperti lautan aku hanya batu karang
Aku adalah manusia kesepian


Di kesunyian hari aku sendiri
Hatiku sunyi sepi apa yg terjadi
Si bijak berkata, karena engkau rindu seorang yg kau kasihi


Apaboleh dibuat hai sunyi
Hanya bisa meratapi dari sini
Apadaya hai sepi
Tangan hendak memeluk tak sampai


Aku bersungguh disini begitu sepi
Aku harus tabah hingga tiba eloknya hari
Sampaikan salam berserta rindu
Pertemukan aku di ruang rindu


Sunyi dan sepi aku lahap 
Walau pahit ku telan jua
Sangat sakit aku tetap berharap
Karena aku sayang Novella. 


Rabu, 16 Juli 2014

Si Jago Merah

kurebahkan badanku yg peluh dan melepuh...
Kutahan luka perih terbakar api hingga menjadi lumpuh...
Terbaring menahan sakit...
Tiupan angin menyentuh luka semakin perih...

Aku hendak membakar masa lalu...
Satu persatu memori lenyap di lahap si jago merah...
Sepertinya takdir marah kepadaku...
Api yg bergelora datang menyambar...

Apa yg salah padaku...
Aku hanya berusaha menjaga diri...
Biarlahh ini terjadi, api tak bersalah...
Hanya aku yg salah dan terbaring lemah.

Rabu, 09 Juli 2014

Angin


Duduk di bawah pohon, di bayangi teriknya matahari.
Bersandar pada sebatang pohon, di lengkungnya biru langit.
Kakiku yang kering menyapa rumput.
Tanganku yang kecil memeluk kertas.
Dan jemariku yg centil berdansa bersama pena.


Ku pejamkan mata, kurasakan kehadiran angin.
Tak sungkan bahkan tak permisi.
Angin sepoi itu masuk ke lubuk hati.
Membawa serta harapan yang ku nanti.
Harapan, memberi kesegaran bagi hatiku yang mati.


Biarlah, walau bersama angin ceria hidupku.
Tertawa bersamanya, angin. Kering bibirku.
Tertawa bersama-mu basah pipiku
Wahai Tuhan, patah hatiku, 

Senin, 07 Juli 2014

Aku adalah engkau


Mentari pagi yang cerah, sinarnya menembus kaca jendelaku.
Bau dedaunan basah menyentuh hidungku.
Kulihat burung-burung terbang membelah langit.
Ku memandang, ku merasa, ku berkata pagi yg indah bagi jiwa yg hampa

Mentari yang cerah berlalu pergi
Terbenam di ufuk timur bersama mimpi
Langit biru meninggalkan goresan senja
Serampak langit menghitam bersama bayang

Lihatlah, arahkan matamu keatas 
Langit bersama bintang yg setia 
Tahan tatapanmu, bulan yg tak sempurna
Sebagian dirinya hilang menjadi sabit

Percayalah terang akan menjadi gelap
Gelap tak selamanya suram
Kamu harus percaya
Di kegelapan masih ada cahaya

Malam tak akan lama
Sebentar lagi ia akan menjadi pagi
Membangunkan mentari dari mimpi
Malam akan bersembunyi dari pagi

Acuhkan pandanganmu dari atas
Karena aku adalah pagi dan malam yg bebas
Hidup ku tak secerah pagi tak pula segelap malam

Aku ingin kau menjadi bintangku dikala malam
Menjadi mentari ku dikala pagi
Aku bukan apa-apa tanpamu
Aku mencintaimu Novella Mayrani Putri



Minggu, 06 Juli 2014

Cemburu Buta

Mataku tak dapat berpaling lagi
Di bangku bis duduk sendiri
Bait lagu tak mengusir rasa sepi
Membiarkan diriku dicumbui sunyi

Lamunanku sembari berfikir
Tentangnya yg memilih pria lain 
Tapi ini lucu dan ruwet
Membuat hatiku luntang-lantung tidak karuan

Aku ingin mencintai sepenuhnya 
Tapi ia sudah ada yg punya
Aku ingin memilikinya 
Tapi Tuhan tak menunjukkan jalan

Aku berfikir keras lagi dan lagi
Apakah aku mencintai wanita yg bukan jodohku
Apakah aku mencintai wanita yg bukan tetapan Tuhan

Terus kemana aku harus mencari
Semua mimpiku telah terkubur dipasir pantai
Nisanku terukir dari batu karang
Aku telah mati untuk mencintai wanita lain

Aku bertahan untuk dia
Sebarapa kuat kapal cintaku ini menahan badai
Melihat dia yg bersayang-sayangan dengan pria lain
Sedangkan aku dalam gelap memikirkannya

Tanpa sadar air mata tercurah dari bibir kelopak mata
Membasahi pipi kusamku
Aku sudah tak kuat lagi tuan
Kepalaku penuh dengan rasa cemburu






Jumat, 27 Juni 2014

Astaga, Hatiku!

Astaga, Hatiku, rahasiakanlah cintamu,
Dan sembunyikanlah rahasia itu dari mereka-mereka yang engkau lihat, 
Maka engkau akan mendapatkan
Keberuntungan yang lebih baik.

Dia yang mengungkapkan rahasia dianggap orang bodoh; keheningan dan kerahasiaan adalah jauh lebih baik bagi dia yang jatuh cinta.

Astaga, Hatiku, kalau seseorang bertanya, "Apa yang terjadi?" Janganlah menjawab.
Kalau engkau ditanya, "Siapa dia?"
Katakanlah dia mencintai pria lain.
Dan pura-puralah dia tidak ada konsekuensinya.

Astaga, Hatiku, sembunyikanlah gairahmu; penyakitmu juga adalah obatmu sebab cinta bagi jiwa adalah ibarat anggur dalam gelas. 
Yang engkau lihat adalah cairannya,
Yang tersembunyi adalah rohnya.

Astaga, Hatiku, sembunyikanlah 
Kesusahanmu, supaya, seandainya 
Lautan menderu dan langit runtuh, engkau akan aman.



(Gibran) 

Kamis, 19 Juni 2014

Kau Harus Ingat

Wahai engkau yg membenciku
Apakah kamu ingat siapa yg membuatmu tersenyum ketika engkau kesepian.
Siapa yg menjagamu ketika kamu terlelap. 
Siapa yg mengusap rambutmu ketika kamu tertidur.
Siapa yg mencium bola mata indahmu ketika kamu tersenyum.
Siapa yg menghapus air mata dipipimu ketika kamu menangis. 

Kamu ingat dulu, semua waktuku hanya untukmu.
Aku memanjakanmu dengan begitu sangat.
Sehingga perubahan kecilku yg tak seperti dulu akibat kesibukanku membuatmu tidak bisa menerima.

Ingat siapa yg menemanimu ketika engkau rindu keluarga serta kampung halaman.

Kamu tahu aku rela melupakan semua masalalu ku untukmu.
Kamu tahu aku orang yg selalu berjuang keras membujukmu ketika engkau ngambek atau tidak mood.

Aku memang tidak bisa menjadi lelaki yg baik.
Aku manusia biasa, fisik saja aku ga setampan dia. 
Aku hanya punya motor yg membawamu kemana-mana.
Dia membawa mu menggunakan mobil.

Dia bisa membahagiakanmu secara materi.
Ketika makan bersamamu aku hanya mengajakmu ke tempat murah seperti warteg. 
Tapi kamu harus tau aku bersungguh-sungguh menjadi lebih baik untukmu.

Hanya karena sikapku yg bodoh dan mulutku yg kotor berkata padamu, kamu tau kenapa? Karena tidak mungkin aku melakukan itu tanpa kamu juga pernah melakukan salah padaku.

Aku berusaha menjadi yg terbaik bagimu, tetapi tidak bisa. Teman-temanmu lebih baik mereka lebih memahami-mu.

Aku sekarang hanya bekas-bekas masa lalu yg mencoba protes kepada cinta, kenapa cinta tak seadil ini. 

Yang kamu ingat hanya bagaimana aku menyakiti kamu dengan sangat.
Apakah kamu tidak ingat aku juga pernah menjadi malaikat untukmu. 

Rabu, 18 Juni 2014

Budak

Budak kurus kering yg sedang terlentang
Dipandang saja sudah kelihatan tulang
Menahan rasa lapar yg mengekang
Kasihan betul si budak malang

Perut kecilnya sudah biasa menahan lapar
Setiap malam pasti terkapar
Budak itu tidak biasa berkoar
Siapa sangka ia tersenyum lebar



PULAU ( Kontemporer)

Gadis Pulau aku bilang Galau
Telur Pulau aku bilang Telau
Pria Pulau aku bilang Prulau
Kelapa Pulau aku bilang Kapau

aku suka-suka seperti suka -suka ku
kau tidak suka, suka-suka ku aku suka

maksudnya aku adalah kau
kau adalah aku
kita kau aku adalah lampau
berpadu satu silau menyilau


Selasa, 17 Juni 2014

Curhat #2

Segala masalah yang datang silih berganti dari percintaan, organisasi, persahabatan, kuliah, finasial, bahkan hubungan dgn pihak-pihak yg tak terduga itu semua tak membuatku menyerah akan kekuatan batinku sediri. Aku telah mencoba menempuh jalan hitam yang tak membawaku kepada cahaya, ketika aku merasa tersesat dan terjebak di masalah kehidupan batinku mulai angkat bicara. Serangan fajar menabrakan dirinya di dinding hatiku yg lembut dan lemah karena hati adalah sisi paling tulus dan unsur baik bagi manusia. Sebuah suara yang pelan berbisik ke telingaku yang mungil, aku merasakan setiap kata demi kata yang tersampaikan. Suara itu menyentuh kalbuku, dia berkata "Jika engkau tersesat datanglah pada Tuhan-mu Allah. Dia maha tahu dan maha besar atas segala makhluk ciptaannya." Ketika malam Nifsu' Syakban aku mencoba jalan yang bisikan sebutkan, aku mencoba berbicara kepada Dia- yang menciptakanku, aku mencari pelukan kasih sayang Tuhanku, aku mengasingkan diriku padanya, kuserahkan hati ku yang terluka padanya, semua masalah ku ceritakan padanya. Ia- tidak menjawab dengan bahasa, Allah Tuhanku menjawab dengan kuasanya. Aku merasakan Allah mendengar dan menjawab permitaan hatiku. Jika engkau tersesat didalam relung-relung hati yg membusuk jangan kau lupakan bahwa kau masih memiliki Tuhan. Wahai wanita yang ku sayang, sahabat, serta keluargaku.  semoga engkau membaca ini bahwa aku sudah tidak seperti dulu lagi, aku berharap aku menjadi pria yang lebih baik lagi. Maafkanlah semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Jiwa ku begitu renta dan lemah, emosiku begitu tidak terkendali. Allah datang padaku dengan rahmat dan karunianya, membuat hatiku tenang, tentram dan damai. Aku menikmati semua yg tlah terjadi karena bagiku ini adalah pendewasaan diri, aku tlah memaafkan wanita yang menyakitiku aku masih menyanyanginya, sahabat, serta keluarga.

Sang Laut


Laut biru itu begitu dalam.
Sang laut tidak pernah angkuh.
Permungkaannya hanya ada gelombang.
Rasa ingin tahu membawaku.

Aku masuk dalam kecantikannya.
Aku tidak bisa bernafas didalam keindahan laut.
Aku meminta Tuhan membantuku.
Ia datang dengan segala rahmat dan karunianya.

Didalamnya aku melihat banyak kehidupan.
Hidup mereka penuh warna.
Mereka hidup didalam keindahan. 
Mereka bergerak bebas sesukanya.

Aku takjub dan terdiam.
Aku terpana dan terkesima.

Mataku enggan tertutup untuk melihat.
Mataku haus akan keindahan.
Mataku oh mataku ...
Terima kasih Tuhan yg menciptakan mata.

Jiwa ku yg sebelumnya gelisah dan resah.
Berubah menjadi tenang dan damai seperti malam. 
Jiwaku yg terluka ini.
Seakan-akan terobati.

Terima kasih Tuhan engkau yg mencipta Laut serta Mata. 

Kenangan

yang terindah telah tercipta sebelum yang terburuk ada
keindahan adalah awalan rasa
ketika melihat keindahan pasti kau tersenyum
tahukah, kau dan aku sama

kau tahu senyuman adalah anak keindahan
meleburkan logika dan perasaan
matamu dan mataku mata kita
aku telah pergi ketempat indah yang kita impikan

aku disana bersama cintamu
cintamu yang hangat menyelimuti dinginnya malam itu
mataku berkaca seperti terangnya rembulan
keindahan pantai dan laut ini seperti cintamu

deras ombak membawa kenangan kita 
aku harap bersama ragamu disana
memelukmu dikala dinginnya angin laut
membelai rambutmu yg indah seperti terumbu karang
mencium-mu seperti aku dan kau yang tahu indahnya

Laut berbisik kepadaku
bisikannya membuat aku tersenyum
karena nama-mu.




Rabu, 11 Juni 2014

Curhat #1

Apa kalian tau rasa sakit
Apa kalian tau rasanya di rampas
Apa kalian tau hati yg remuk
Apa lagi... apa lagi semua tlah terjadi

Aku kesepian ditengah jutaan manusia
Aku hancur diantara kalian berdua
Aku meminta ke-ikhlasan 
Aku mengemis kesabaran

Dia pernah berkata padaku
Kalau dia tak gampang didekati
Dia bilang padaku tidak percaya lagi
Dia bilang dia takut karena luka masa lalu

Dia memilih pria lain
Karena dia tak bisa sendiri
Dia memilih pria lain
Karena dia butuh cinta 

Apa aku sejahat itu 
Apa kalian tahu rasanya menjadi aku
Hati ku sedang berdarah dan dia genggam kuat hatiku hingga remuk 

Tindakanmu mengajari ku satu hal
Bahwa rasa sakit dan kecewa adalah menguatkan
Sehingga aku juga belajar ikhlas dan sabar.

Andaikan engkau menjadi aku?






Selasa, 10 Juni 2014

Laut


Tembus hingga ke dasar
Bergelombang seperti sutra
Sinar mentari memperindah bentuk
Ini dia laut biru yg indah itu

Ribuan ikan berenang bebas 
Terumbu karang bergoyang dengan syahdu
Aku menikmati setiap pemandangan ini
Ternyata dunia tak seburuk itu

Ada tempat dimana engkau hanya melihat kebahagiaan
Tidak ada mahkhuk yg bersedih
Alam seakan-akan memanjakannya
Inilah tempat yg paling indah LAUT

Aku melihat kebebasan disana
Aku melihat dalam kedasar laut
Ikan berbicara kepadaku
Memaksaku turun dan berenang bersama mereka 

Tak ada alasan kau menyerah
Hidup ini indah 
Tidak ada alasan kau pasrah
Aku bersama orang-orang yg lemah

Sabtu, 07 Juni 2014

Kupu-kupu Tuhan. #dialog

Hinggaplah seekor kupu-kupu nan indah
Di ranting mawar yg berduri 
Keindahan kupu-kupu itu membuat sang mawar layu
Keindahannya tiada banding

Berbicaralah mawar kepada kupu-kupu : "wahai engkau yg terindah tercipta dari apa dirimu?" 
Kupu-kupu : "aku tercipta dari tempat yg sempit dan legit." 
Mawar : "apakah engkau dari lahir seindah ini?"
Kupu-kupu : "aku dulu adalah makhluk yg buruk rupa, aku tercipta dari kesunyian alam, aku tercipta dari setiap penderitaan, aku dulu hanya makhluk yg tidak berarti. Setelah aku di cintai aku di tinggalkan sunyi sepi didalam kepompong karena aku dulu adalah ulat."
Mawar : kenapa engkau bisa menjadi seindah ini?"
Kupu-kupu : " aku menikmati dan bersyukur atas apa yg diberikan Tuhan kepadaku, aku tidak mengeluh dan tidak pula murka apa yg pernah kumiliki dulu. 
Aku tidak meminta keindahan kepada Tuhan. Karena kesabaran dan keikhlasanku Tuhan memberikan ku keindahan seluruh alam.

Mawar : " wahai sang kupu-kupu engkau adalah makhluk terindah yg pernah kulihat bahkan engkau memiliki jiwa yg suci engkau adalah keindahan Tuhan itu sendiri." 

Sebelum kupu-kupu pergi ia memberikan sedikit keindahannya kepada mawar dan mawar yang layu mekar kembali, mawar itu berubah menjadi mawar terindah yg pernah ada.


Harapan

Aku berlari kedepan kamu slalu ada
Aku juga mundur kebelakang masih aja kamu ada
Aku hendak kemana agar bisa melupakan engkau

Engkau sudah memilih yg lebih baik
Engkau pun sudah melupakan aku
Aku hanya sebutir biji didalam delima
Aku tahu kelak aku akan tumbuh menjadi pohon delima yg rindang


Sekarang ku lihat engkau sudah bahagia
Bersamanya
Disini aku masih saja sendiri
Mencoba mengobati luka-luka yg ada
Aku ikhlas dengan kondisi seperti ini

Aku percaya ini akan mendewasakan diriku
Tuhan tidak tidur sayang
Tuhan bersamaku didalam doa yg ku panjatkan

Aku merasakan setiap perih ini dengan tegar
Aku harus lebih sabar
Karena aku akan menjadi orang besar
Terima kasih sudah mengajariku tentang arti cinta 

Doakan aku agar bisa melemahkan sinyal cintamu di hatiku
Agar aku bisa membuka hati untuk yg lain
Tuhan tetapkanlah semua ini didalam hatiku

Kamis, 05 Juni 2014

Cinta Sahabat

Aku memiliki sahabat
Mereka menuntun disaat aku tersesat
Bibir mereka melontarkan semangat
Menarik jiwa ku yang sedang sekarat 

Lorong-lorong cinta yg gelap
Aku menemukan seberkas cahaya
Dari cahaya itu keluar sebuah suara
Dan suara itu berkata 
Wahai  engkau yg terluka mendekatlah pada ku
Akan ku selimuti hatimu yg dingin itu
Akan ku sirami anggur liang dahagamu
Akan ku peluk tulang-tulang rentamu

Wahai sahabat jangan engkau bersedih
Lupakan dia yg membuatmu menangis
Mendekatlah dan lebih dekat lagi
Aku menyanyangi engkau wahai sahabat


Rabu, 04 Juni 2014

Rembulan Malam

Sang rembulan hadir merangkul malam
inilah sang rembulan yang setia 
menemani malam yang sunyi dan senyap
hanya teriakan hati malam yang terdengar

tetesan air mata jatuh menyentuh 
mata indah itu banjir dengan tangisan
kesunyian malam ini tak bertepi
Masih sang rembulan yang setia menemani

malam ini dipenuhi iblis-iblis kecil
iblis itu membawa puing-puing penderitaan
menggoreskan puing itu ke syarafmu 
iblis itu tidak puas ia melukai hingga ke hati

melawan iblis kecil saja tak sanggup
sang rembulan yang setia murka kepada malam
membiarkankan iblis-iblis merusak hidupnya
malam hanya terdiam pasrah meratapi nasibnya 

Aku dan Tuhan

Rasa apa ini wahai Tuhan
Apakah ini rasa sakit
Rasa sakit kasat mata ini
Melemahkan semangat diri

Dulu aku mengenal sebuah nama
Satu kata dengan penuh makna
Mereka menyebutnya cinta
Dua hal yg aku tahu yaitu bahagia dan luka

Aku kini dalam kemerosotan hati
Dulu aku tak pernah selemah ini
Seakan-akan tak punya harga diri
Pikiranku buntu dalam mencari

Aku mencari ketenangan karena luka
Langkahku kian tak menentu
Pikiranku terus menarik ke masa lalu
Mencoba untuk mencari sesuatu 

Sesuatu dimana tak ada luka
Sesuatu dimana hanya ada canda tawa
Sesuatu dimana kita semua bahagia
Sesuatu itu sekarang ada dimana? 

Selasa, 03 Juni 2014

Aku dan si Lugu

Tertawa dia seorang gadis lugu 
Seakan-akan tidak pernah mengenal masa lalu
Tawanya itu terlihat palsu
Menyimpan segudang sendu

Engkau memang manis wahai gadis
Tetapi nalar-mu tak semanis parasmu
Dibodohi oleh jalan pikiran mu yg busuk
Sehingga hatimu yg putih tak suci lagi

Engkau memilih jalan nafsu
Apa yg menurut-mu bisa bahagia itu yg kau tuju
Tanpa memikirkan dia yg dimasa lalu
Kasihan dia yg mencintaimu
Terluka semakin terluka dan tertipu

Karena kebodohan gadis lugu seperti mu

Minggu, 01 Juni 2014

Pembenci

Sunyi mulai menunjukkan taringnya
Menggigit setiap hati mereka yg terluka
Sakit sungguh sakit ketika cinta didua
Dia tidak pernah berjuang atas nama cinta

Sunyi sepi aku bersyair didalam nestapa
Meratapi nasibku ini ... Sungguh hina
Dengan mudah ia berpaling
Berpindah hati meninggalkan puing

Engkau itu seperti apa??
Apa yg engkau cari dengan mengatas namankan cinta?? 

Tuhan maafkanlah hamba...
Menjadi seorang pembenci...
Tuhan lindungilah hamba...
Dari wanita yang seperti ini...

Setiap ku melangkah semakin ku benci
Mengenang tindakanmu merobek hati
Suatu saat engkau pasti mati
Di Neraka aku pasti menanti

Melihat teriakan kulit..tulangmu yang dilalap api!!! 


Rabu, 28 Mei 2014

NV

Aku harus kuat menahan rasa rindu 
Aku tak berdaya memaksanya untuk bertemu
Senja memaksaku untuk berfikir 
Berfikir agar aku bisa menahan rasa

Dia mencoba kuat serta kokoh berdiri
Mencoba menjadi wanita yang mandiri
Apapun yg dia lakukan harus sendiri
Mencoba untuk tidak seperti dulu lagi

Aku memahami rasa sakitnya akibat ulahku
Aku bertindak meninggalkan luka dihatinya
Aku berdosa karena menyakitinya
Hati yg putih suci itu ternodai

Dulu kita sangat bahagia
Kemanapun selalu bersama
Ingatlah saat kita berdua
Kucium bibir manismu tiada duanya

Engkaulah yg mengenal luar dan dalamku
Semoga engkau kembali di hati yg sepi ini

Rabu, 21 Mei 2014

Hotel Grand Cemara

18 may kemarin saya berkunjung ke salah salah hotel di jakarta pusat yaitu hotel grand cemara. Rating hotel ini adalah bintang 3.5 menurut saya fasilitas lumayan lengkap serta parkirannya free tumben hotel dengan biaya parkir gratis. Biaya penginapan juga tidak terlalu mahal. Makanannya juga tidak terlalu buruk bahkan yg saya suka disini adalah nasi gorengnya hihihi. Hanya itu pengalaman saya saat inap di hotel Grand Cemara Jakarta Pusat. 

Minggu, 18 Mei 2014

Senjaku

Senja memeluk bumi yang hangat
Sinar panasnya melebur menjadi sayu
Pepohonan sudah tak tertahan menantikan malam...
Menantikan kedipan genit sang rembulan

Inilah senjaku, senja kesepian
Menunggu dia yang telah pergi
Menanti dia yang berjanji
Kenapa aku masih saja peduli

Tidak munafik, hati slalu saja mendominasi
Megetuk logika yang berhalusinasi
Sang kenny G memainkan musiknya
Membiarkan aku tenggelam di setiap nada yang ia tiupkan

Ohh senjaku aku menanti dan terus menanti-mu... 


Sabtu, 17 Mei 2014

Kata Hati

Kata Hati

Maestro Pram berkata engkau itu terpelajar
Akal di otakmu menyukai nalar
Segala hal engkau coba rasionalkan
Bahkan tentang cinta-pun engkau samakan


Kasih.. satu hal yang harus engkau tahu
Cinta tak sama dengan matematika
Siapa yang benar dan siapa yang salah
Tetap saja CINTA tidak akan salah


Cinta tidak berpakaian rumus
Mengenal cinta dengan hati yang tulus
                                               Kejelasan perasaan itu adalah halus      
Engkau sendiri yang rasakan, ikutilah kata hatimu

Dusta Mereka

Dusta Mereka

Disudut kamar mereka berbincang
Menebar kepalsuan dari satu sudut pandang
Langit mendengar lalu menerjang
Puluhan petir menyambar datang

Oh Tuhan... kepalsuan apa lagi yang mereka sebarkan
Mempengaruhi dia yang sedang terluka
Terlunta-lunta menghujam dada
Harus siapa lagi yang ia percaya

Pujangga-pun tidak bisa berbuat apa-apa
Berita dusta menyebar kemana-mana
Wahai pelita dikala gelap
Terangilah ia sampai terlelap

 Sadarkan ia dari tidurnya
Karena nasib sang pembenar di gigi rayap

Sang pendusta menari-nari
Berpura empati dan simpati

Arif Darmawan Mahmud

Rabu, 14 Mei 2014

Puisi Pagi

Gadis Kecil

Semakin ia memahami, semakin tersesat
Semakin ia mengerti, semakin tersayat
Alam bawah sadar enggan berkata ”kau harus kuat”
Jiwanya dan jiwaku takkan pernah melekat

Tawa dan tangis ia hadapi
gempuran hati ia perangi
serdadu hati berjuang menjaga rasa
karena ia enggan terluka

seperti gusdur selalu ceria
menyembunyikan rasa dipinggir bibir
tawanya bukan tawa biasa

gadis kecil menangis didalam hati.