Selasa, 30 September 2014

Sang Pesulap

Aku terlahir didunia sulap
Setiap hari aku terkesima dgn keajaiban
Terima kasih Tuhan yg menciptakan kau
Membuat diriku seakan-akan ada

Kau tipu mataku dgn keindahanmu
Seribu cara kau membuatku malu
Kau adalah pesulap terhandal

Kau bisa membuat ku takjub
Seakan aku tak percaya kau itu nyata

Kau bersembunyi bersama senyum
Berpakain bersama tawa
Aku ingin menyapa Tuhan, agar kau mau membagi rahasiamu

Ajarilah aku yg biasa ini
Agar bisa mencintai. 



Pilihan

Aku tahu membedakan bahagia dan derita
Teramat banyak perbedaan mereka
Kalau hanya cinta yg kau pahami
Itu bukanlah kebahagian sepenuhnya

Aku tahu cara memilih harapan
Dengannya kau bisa derita
Keberanian adalah sebentuk luapan
Dengannya kau bisa bahagia

Apapun yg kau pilih sayang
Pilihlah apa yg membuatmu berlinang
Bukanlah untuk derita 
Tapi mencapai bahagia

Minggu, 28 September 2014

Ais

Aku dan kau, kita adalah manusia.
Aku dan kau, kita adalah sama.
Tak selama kita bisa tegak berdiri menantang hari.
Tak selama juga kita terbaring menanti senyum.

Spontan jemariku menari bersama janji
Dengan variasi huruf ku beri semangat
Disini aku tak hanya berdoa, kau yg membaca tak perlu sungkan untuk tersenyum. 
Karena aku ingin melihat si gigi besi warna-warni.

Ku lihat wajah lesu terbaring diatas kasur.
Tapi aku merasa didalam jiwamu tersembunyi kebahagian.
Kebahagian untuk ceria lagi.

Kalau kau merasa sendiri bernyanyilah
Kalau kau merasa bosan menarilah
Kalau kau rasakan bingung berdoalah
Kalau dan kalau yg terlalu banyak kalau
Yang kau bisa hanya terbaring setidaknya ingatlah sajakku ini. 






Selasa, 23 September 2014

Pria malam

Separuh waktu kuhabiskan untuk malam
Semakin terasa berat beban tersandang
Jeritan angkasa gelap terhiraukan
Oleh segelintir nafsu sesaat

Mata memerah seperti darah
Tak terpejam walau tlah bersumpah
Dibawah langit tua aku tersesat
Mencari sebuah hiburan yg tersemat

Seperti inilah nasib sang bujang
Luntang lantung untuk berjuang
Menerpa harapan yg tak kunjung datang


Senin, 08 September 2014

Penyesalan(ku)

Aku bangkit dari kesepian malam 
Berharap ada yg mengisi kekosangan ini
Dibawah purnama aku bermunajat
Setidaknya bersama sepi aku masih bernyanyi

Ku berpikir keras atas nama cinta
Ku rebahkan asa bersama derita 
Ku kesampingkan kebahagian yg ada
Hanya untuk belajar apa itu ikhlas

Musik di ipodku bergurau tentang kita
Sindir menyindir aku yg kesepian
Apakah kesepian membunuh harapan?
Tidak, kesepian membunuh kita

Tak ada air mata kali ini
Kepala penuh penyesalan
Kenyataan yg harus keterima 
Bahwa aku adalah derita tiada akhir

Jatuhkan aku kembali Tuhan
Jatuhkan aku dengan cinta
Tulangku patah aku tak perduli
Jangan biarkan hati ku patah sekali lagi.