Minggu, 31 Agustus 2014

Kini

Dulu aku memiliki segalanya bahkan cinta Tak ada kesedihan yg menemaniku. Garis bibir hanya bisa tertawa tak berhenti

Kini aku tergusur dan berduka
Tuhan relakan aku yg tak berhak meminta
Yang kumiliki hanya air mata berserta bayangan
Kegelapan merampas cahaya 

Tanah suci berganti menjadi neraka nyata
Kini aku adalah manusia buangan
Tergusur dari kebahagian 
Berlindung di bawah atap derita

Selasa, 26 Agustus 2014

Terulang Lagi

Tertahan disini bersama bayang
Gelap dan suram menggenggam hati
Sungai itu tlah kering dari kemarin
Terulang lagi perasaan yg terluka

Wahai bunda ajari aku 
Ikhlaskan kepergian dia
Melawati malam sepi bersama tangis
Bunda doakan aku 
Kuat menentang takdir


Jumat, 08 Agustus 2014

"Larilah"

Bersembunyi di balik kata memaafkan
Berlari menjauh dari pengharapan
Senyap dan gelap

Marah aku marah seperti ayah kepada kita
Kesal aku kesal seperti aku kepada kau
Bertopeng amarah menyimpan seribu rasa

Keraguan melumuti otak yg kering
Penyesalan menggerogoti liang rasa
Hati membusuk seperti bangkai
Pergilah, jangan hentikan langkah...