Mereka menuntun disaat aku tersesat
Bibir mereka melontarkan semangat
Menarik jiwa ku yang sedang sekarat
Lorong-lorong cinta yg gelap
Aku menemukan seberkas cahaya
Dari cahaya itu keluar sebuah suara
Dan suara itu berkata
Wahai engkau yg terluka mendekatlah pada ku
Akan ku selimuti hatimu yg dingin itu
Akan ku sirami anggur liang dahagamu
Akan ku peluk tulang-tulang rentamu
Wahai sahabat jangan engkau bersedih
Lupakan dia yg membuatmu menangis
Mendekatlah dan lebih dekat lagi
Aku menyanyangi engkau wahai sahabat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar