Selasa, 17 Juni 2014

Curhat #2

Segala masalah yang datang silih berganti dari percintaan, organisasi, persahabatan, kuliah, finasial, bahkan hubungan dgn pihak-pihak yg tak terduga itu semua tak membuatku menyerah akan kekuatan batinku sediri. Aku telah mencoba menempuh jalan hitam yang tak membawaku kepada cahaya, ketika aku merasa tersesat dan terjebak di masalah kehidupan batinku mulai angkat bicara. Serangan fajar menabrakan dirinya di dinding hatiku yg lembut dan lemah karena hati adalah sisi paling tulus dan unsur baik bagi manusia. Sebuah suara yang pelan berbisik ke telingaku yang mungil, aku merasakan setiap kata demi kata yang tersampaikan. Suara itu menyentuh kalbuku, dia berkata "Jika engkau tersesat datanglah pada Tuhan-mu Allah. Dia maha tahu dan maha besar atas segala makhluk ciptaannya." Ketika malam Nifsu' Syakban aku mencoba jalan yang bisikan sebutkan, aku mencoba berbicara kepada Dia- yang menciptakanku, aku mencari pelukan kasih sayang Tuhanku, aku mengasingkan diriku padanya, kuserahkan hati ku yang terluka padanya, semua masalah ku ceritakan padanya. Ia- tidak menjawab dengan bahasa, Allah Tuhanku menjawab dengan kuasanya. Aku merasakan Allah mendengar dan menjawab permitaan hatiku. Jika engkau tersesat didalam relung-relung hati yg membusuk jangan kau lupakan bahwa kau masih memiliki Tuhan. Wahai wanita yang ku sayang, sahabat, serta keluargaku.  semoga engkau membaca ini bahwa aku sudah tidak seperti dulu lagi, aku berharap aku menjadi pria yang lebih baik lagi. Maafkanlah semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Jiwa ku begitu renta dan lemah, emosiku begitu tidak terkendali. Allah datang padaku dengan rahmat dan karunianya, membuat hatiku tenang, tentram dan damai. Aku menikmati semua yg tlah terjadi karena bagiku ini adalah pendewasaan diri, aku tlah memaafkan wanita yang menyakitiku aku masih menyanyanginya, sahabat, serta keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar