Rabu, 18 Januari 2017

Yin

Pohon yang rindang tak selamanya teduh.
Memang angin yang menyebabkan daun gugur.
Ranting tak akan patah.
Tapi dimana lagi aku akan bersandar.

Lalu kulihat dia seberang sana.
Membawa segelas anggur bersama senyum.
Aku mabuk karena dia.
Aku menginginkan dia.

Dia menyejukkan aku.
Dia membuat aku mengabaikan angin.






Kamis, 29 September 2016

Love is Cinta

Aku mencari engkau datang...
Bak seorang pelaut kamu berlayar di hatiku.
Aku marah kamu tertawa...
Sepertinya aku memang menunggu lelucon cintamu.

Aku menutup pintu hati ku, kamu mengetuknya.
Dan kamu memang tamu yang di tunggu hatiku.
Aku cuek, lalu engkau merayuku...
Kamu memang perayu gombal yang handal.

Aku telah menjadi kamu
Wahai fatwa pujangga hatiku
Hari esok belum tentu sebaik hari ini
Hari ini aku tak memberi mu apapun
Tapi kenapa setiap waktu engkau memberikan senyuman itu.

Di sudut pelangi akan ku ceritakan pada warna-warni bahwa engkau telah melukiskan keindahan dibalik kesedihan.

Tetaplah begini waktu memakan kita seperti usia yang semakin menua.
Tapi cinta kita mengikat waktu.

Aku dan kamu
Kamu dan aku

Inilah waktu kita.

Cerita Meja

Meja di maknai sebagai meja
Bagiku meja adalah jembatan
Penghubung antara aku dan segelas kopi
Tanpa meja malam takkan berbicara
Kepala takkan berfikir

Meja banyak menguak cerita
Dari realita bahkan dusta
Pembohong dan pencerita menyukai meja
Sang pencinta sangat memuja meja
Karena cinta adalah dongeng
Bagi dia yang mau mendengarkan

Meja bukanlah akhir
Meja adalah permulaan
Dari aku menjadi kau
Dari kau menjadi aku

Kamis, 17 Maret 2016

Pria Galau

Menderita akibat cinta, sakitnya...
Seakan-akan dunia terbelah memisahkan kita...
Denyut hati tak karuan akibat gundah...
Layaknya kayu bakar legam dan kegelapan yang semakin pekat...

Berat sungguh hidup terasa...
Memikul beban yang enggan dipikul gunung...
Kalau bukan soal hati...
Kita takkan menyadari kita adalah lelaki...

Kebodohan ini musibah terbesar bagi kepala kita...
Seperti niagara yang deras menerpa kalbu...

Hanya kepada Tuhan...
Jalan terakhirmu...
Memberi cahaya di hati yang buram...

Jumat, 11 Maret 2016

Kamar Gelap

Itulah kau...
Berbicara tentang dunia
Berbicara tentang hidup
Terlalu banyak berbicara

Sementara hari terus berganti
Sambil memikul dendam yang membara

Kamar gelap tak akan menjadi saksi
Ia tak akan mau menjadi kau
Ia berlari sembunyi dan sembunyi
Dari dunia yang tak ia pahami

Heii sobat dunia yang kau sebut itu adalah dunia mu sendiri
Terletak tidak jauh di dalam kepalamu
Dunia itu adalah isi di kepala
Kenapa kau tak menghargai isi kepalaku

Membatu kah 
Mengeras kah
Iya memang itulah kepala mu

Selasa, 08 September 2015

Peningkatan Level Organisasi

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Swt diamanahkan sahabat/i PMII Cabang Ciputat Menjadi Bendahara Umum. Semoga amanah. 


Senin, 20 April 2015

Cinta Untuk Ibu

Kau mencintai aku sebelum kau melihatku
Kau setia padaku walau kau dalam perih
Kau menjagaku padahal belum mengenalku
Kau juga menyayangiku disetiap langkah hingga letih

Ibu...
Cinta mu tak mengenal pamrih

Sesaat aku terlahir melihat dunia 
Andaikan aku memahami emosi kala itu
Dan andai aku tahu caranya berbicara
Dengan lantang aku ucapkan "Aku Mencintai-Mu"

Ibu...
Jika tak ada Tuhan didunia ini engkaulah segalanya

Setiap detak jantungku yang berdegub itulah hutang kehidupan
Yang takkan mampu aku lunasi 

Ibu sandainya cinta ini adalah benda maka aku serahkan semuanya padamu
Agar aku puas, betapa aku sungguh mencintai