Senin, 08 September 2014

Penyesalan(ku)

Aku bangkit dari kesepian malam 
Berharap ada yg mengisi kekosangan ini
Dibawah purnama aku bermunajat
Setidaknya bersama sepi aku masih bernyanyi

Ku berpikir keras atas nama cinta
Ku rebahkan asa bersama derita 
Ku kesampingkan kebahagian yg ada
Hanya untuk belajar apa itu ikhlas

Musik di ipodku bergurau tentang kita
Sindir menyindir aku yg kesepian
Apakah kesepian membunuh harapan?
Tidak, kesepian membunuh kita

Tak ada air mata kali ini
Kepala penuh penyesalan
Kenyataan yg harus keterima 
Bahwa aku adalah derita tiada akhir

Jatuhkan aku kembali Tuhan
Jatuhkan aku dengan cinta
Tulangku patah aku tak perduli
Jangan biarkan hati ku patah sekali lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar