Selasa, 03 Juni 2014

Aku dan si Lugu

Tertawa dia seorang gadis lugu 
Seakan-akan tidak pernah mengenal masa lalu
Tawanya itu terlihat palsu
Menyimpan segudang sendu

Engkau memang manis wahai gadis
Tetapi nalar-mu tak semanis parasmu
Dibodohi oleh jalan pikiran mu yg busuk
Sehingga hatimu yg putih tak suci lagi

Engkau memilih jalan nafsu
Apa yg menurut-mu bisa bahagia itu yg kau tuju
Tanpa memikirkan dia yg dimasa lalu
Kasihan dia yg mencintaimu
Terluka semakin terluka dan tertipu

Karena kebodohan gadis lugu seperti mu

2 komentar: